MENUMBUHKAN SIKAP PEDULI DAN RAMAH LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM ADIWIYATA

By humas 01 Okt 2021, 07:41:45 WIB umum
MENUMBUHKAN SIKAP PEDULI  DAN RAMAH LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM ADIWIYATA

 

Untuk mendukung program pemerintah di bidang Pendidikan, selain berkomitmen pada bidang akademik, MTs Negeri Batu juga mempersiapkan peserta didiknya agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu yang dilakukan guna mewujudkan hal tersebut MTsN Batu mencanangkan program “Sekolah Adiwiyata”. Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup bagi warga sekolah. Adiwiyata sendiri adalah penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah, baik tingkat kota, propinsi maupun nasional kepada sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Hal tersebut sesuai dengan PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.53/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 TENTANG PENGHARGAAN ADIWIYATA. MTs Negeri Batu sendiri telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Batu sebagai “Sekolah Adiwiyata”, dan sedang memproses diri untuk mendapatkan penghargaan di tingkat propinsi.

Upaya MTsN Batu dalam menyukseskan program “Sekolah Adiwiyata” telah terkonsep mulai dari penanggungjawab, teamwork dari semua warga madrasah dan program yang sudah dicanangkan. Sebagai lembaga formal, upaya dalam menciptakan “Sekolah Adiwiyata” dimulai dari administrasi yang baik, semisal penentuan teamwork dan diterbitkan SK TIM Adiwiyata oleh Kepala Madrasah agar tertibnya pembagian kerja. Beberapa syarat administrasi yang lain juga dengan melampirkan IPMLH (Identifikasi Potensi Masalah Lingkungan Hidup) Kota Batu, Rencana Gerakan PBLHS MTs Negeri Batu Empat Tahunan, Analisis SWOT MTsN Batu, Laporan EDS-RKS, dan RPP.

Adapun realisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dalam mewujudkan “Sekolah Adiwiyata” di MTsN Batu, antara lain:

  1. Kebersihan Sanitasi-Drainase, seperti pembersihan toilet, kelas, taman, dan lingkungan madrasah lainnya. Pihak yang terlibat bukan hanya pendidik dan pegawai kebersihan, tetapi peserta didik juga ikut terlibat semisal dengan adanya jadwal piket harian kelas dan lomba kebersihan kelas untuk memotivasi peserta didik untuk semangat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
  2. Pengelolaan Sampah, seperti memanfaatkan sampah botol dan plastik untuk media tanam untuk meminimalisir limbah sampah plastik, menggunakan kertas bekas sebagai amplop dan notes, dan menyiapkan air isi ulang galon agar tidak perlu membeli air mineral kemasan baru terus menerus. Adapun pihak yang terlibat bukan hanya pegawai, peserta didik juga dilibatkan agar mereka terbiasa dan terdidik untuk ramah lingkungan.
  3. Pemeliharaan Pohon-Tanaman,contoh kegiatannya adalah penghijauan lingkungan madrasah dan pemeliharaan taman madrasah. Adapun beberapa inventaris pohon dan tanaman di MTsN Batu, antara lain bermacam-macam pohon peneduh, bunga, hias daun dan rerumputan.
  4. Konservasi Air, salah satunya dengan pembuatan Biopori (resapan air) yang tersebar di sekitar halaman madrasah dan di setiap taman-taman madrasah depan ruang kelas. Selain sebagai resapan air, juga dimanfaatkan untuk pembelajaran bagi siswa dan menjadi salah satu kegiatan kader Duta Lingkungan juga.
  5. Konservasi Energi, salah satu upaya nyatanya adalah mematikan dan mencabut sakelar peralatan elektronik saat tidak digunakan. Agar program ini benar-benar berjalan, maka pemeliharaan pengecekan dan distribusi penyaluran listrik dibagi tugas kepada petugas kebersihan dengan pembagian beberapa ruang tertentu agar terkoordinir dengan baik. Selain itu terdapat kegiatan rutin kampanye satu hari tanpa kendaraan bermotor yang dilaksanakan pada minggu terakhir setiap bulan di hari Sabtu. Kegiatan tersebut adalah mematikan mesin sepeda motor ketika memasuki halaman Madrasah atau menggunakan sepeda ke madrasah.
  6. Inovasi, seperti karya inovatif pemanfaatan barang sisa atau limbah untuk pojok baca kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka bulan bahasa (Oktober). Setiap kelas membuat pojok baca dengan bahan dari barang limbah seperti botol, kertas karton, ban kendaraan dan lainnya. Selain itu beberapa inovasi lainnya adalah inovasi terkait aspek PRLH berupa karya dan kejuaraan peserta didik dalam KTI, salah satu contohnya penelitian yang dilakukan Riko Alifsah Wali, dkk dengan judul “Uji Efektifitas Bunga Pukul 4 (Mirabilis Jalapa sebagai Cairan Pendeteksi Najis”, yang mendapat medali silver pada NISEF (National Innovation Scieence Enterpreneur Fair) 2020.
  7. Penerapan PRLH di masyarakat, salah satu kegiatannya adalah gerak jalan dengan tema “Jalan Sehat Peduli Lingkungan Batu Anti Plastik (Antik). MTs Negeri Batu ikut berpartisipasi dengan peserta dari pengurus OSIS dan anggota Duta Lingkungan dan didampingi oleh 4 guru. Gerak jalan ini mengharuskan peserta untuk membawa tumbler atau botol air minum. Selain ltu juga menyediakan stand tukar sampah plastik dengan produk peralatan rumah tangga dari twin tulipware dan pameran inovasi popok sekali pakai dari DLH dan Bank Sampah Kartini Sejati.
  8. Jejaring Kerja, kegiatan ini lebih bekerja sama dengan pihak luar dalam mensukseskan “Sekolah Adiwiyata”, salah satu contohnya adalah kegiatan penimbangan sampah an-organik untuk bank sampah kerja-sama dengan TPST Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.
  9. Kampange Publikasi, contohnya adalah kegiatan “fashion daur ulang” yang dilaksanakan pada saat classmeeting setelah melaksanakan Ulangan Semester oleh OSIS dan Kader Adiwiyata MTs Negeri Batu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran pada siswa agar kreatif dan inovatid dalam memanfaatkan sampah koran sebagai wujud gerakan pengelolaan sampah 3R. Selain itu publikasi beberapa kegiatan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) di sosial media (instagram dan facebook) madrasah merupakan upaya dalam kampanye publikasi “Sekolah Adiwiyata”, harapannya bisa menginspirasi dan memotivasi sekolah atau madrasah lain dalam upaya menciptakan lembaga yang ramah lingkungan.
  10. Kader Adiwiyata, salah satu contohnya “Kegiatan Satgas Duta Lingkungan (Kader Adiwiyata)” yaitu mengajak peserta didik dalam kegiatan perawatan taman anggrek yang dilakukan Kader Duta Lingkungan setelah selesai Sholat Jum’at. Selain itu semua kegiatan yang melibatkan peserta didik adalah salah satu upaya dalam mengkader peserta didik. Peserta didik akan terbiasa dengan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dan akan menjadi kesadaran serta pengalaman yang berharga bagi kehidupan mereka selanjutnya.

Berbagai upaya dalam menyukseskan program “Sekolah Adiwiyata” telah dilakukan, tetapi harus tetap dipantau dan dievaluasi, maka dari itu TIM Adiwiyata tetap melakukan pemantauan dan evaluasi antara apa yang direncakan dan realisasinya.

Harapannya kegiatan ini bukan hanya karena untuk mendapat penghargaan semata, namun bisa menjadi upaya dalam kesadaran dan kepedulian pada lingkungan hidup dalam jangka waktu yang lebih lama, khususnya untuk peserta didik untuk memberi pengalaman dan terus memotivasi. Tidak kalah pentingnya adalah kegiatan ini merupakan ajaran Islam untuk menjaga lingkungan hidup dan jangan sampai merusaknya, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 56:

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS: Al-A'raf Ayat: 56)


 

(ditulis oleh I’anatut Tazkiyah _mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Jurusan Manajemen Pendidikan Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 31 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment


Follow US

    Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Kepala Madrasah

Kepala Madrasah
BUASIM, S.Pd., M.Pd.
Baca Sambutan